
Siang hari, pos 2 @Bajuri...
Tugas di pos 2 adalah membuat jembatan untuk evakuasi korban, kelompok elang adalah kelompok yang paling seru di pos ini. Setelah membuat jembatan dr barang2 yang tersedia kemudian mereka membuat jembatan dengan dirinya sendiri dengan berbagai gaya, mulai dari membentangkan tangan masing-masing tiap anggota (namun jembatannya kurang panjang), hingga membentangkan salah satu kaki mereka.
Saat ditanyakan oleh fasil apakah jembatan yang mereka buat adalah jembatan yang kokoh, dengan percaya dirinya jembatan satu kaki itu mereka sebut kokoh. Dengan keisengan fasil lala, jembatan tersebut pun harus diuji, yaitu minimal 60’’ dapat bertahan, hasilnya tepat di detik ke 52 jembatan itu pun roboh... akhirnya elang harus membuat jembatan lagi deh,,,
Maaf yah elang, kita Cuma iseng koq... hheee(lala)
*****

Tragedi pelipis
Sore @ base camp peserta...
Saat para peserta sedang disibukan dengan makan siangnya, para fasil pun sibuk berkordinasi. Fasil eky, bebi, endah, lala, egi dan heri rapat dengan posisi jongkok hanya fasil za’a saja yang bergaya dengan PD nya nungging. Saking seriusnya para fasil rapat sehingga tidak ada yang begitu memperhatikan gerak-gerik satu sama lain.
Hingga terdengarlah suara... duuuggghhhh yang cukup kencang dan diikuti teriakan fasil za’a... ternyata yang terjadi adalah pelipis fasil ja’a “bermesraan dengan kerasnya dengan kepala fasil egi yang tanpa rambut”... sontak pelipis fasil za’a memerah, dan fasil egi dengan innocent nya berkata,,, udah ga papa koq, ayo lanjut lagi rapatnya,,, fasil yang lain pun cuma ketawa liat ekspresi fasil za’a...
Maaf yaahh fasil za’a,,, bukannya gak sayang n gak peduli tapi rapat kordinasi lebih penting,,, hheeee (lala)



Artikel





Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.











